Mengintip Janin Minggu ke 13-14

Kamis, 29 November 2012

Dia terus tumbuh dan berkembang. Anda pun mengalami perubahan. Wow... si kecil mulai bergerak!

Hampir tiga bulan yang lalu banyak di antara Anda terpaksa menunda kegiatan karena ‘terganggu’ perubahan hormonal, kini sebaliknya, kebanyakan wanita hamil sangat menikmati tiga bulan kedua kehamilan. Mulai sekarang tubuh Anda sudah berhasil menyesuaikan diri dengan kehamilan Anda.

Kalau kehamilan Anda sehat, berarti hampir tak ada lagi rasa lesu, lemah, mual dan ingin muntah, serta sakit kepala yang dulu sempat mengganggu aktivitas. Yang menggembirakan lagi, si kecil kini mulai menyapa Anda.

Minggu ke-13

* PERTUMBUHAN JANIN

Panjang janin sudah mencapai 9,3 – 10,3 cm, dengan berat 50 gram. Kulit tubuhnya masih tipis, sehingga pembuluh darahnya bisa terlihat dari luar. Bulu-bulu halus pun mulai menutupi tubuhnya. Bahkan ada janin yang sudah bisa mengisap ibu jarinya.

Kedua mata, yang semula terlihat agak jauh terpisah, kini sudah mulai terlihat mendekat dan berangsur ‘pindah’ ke bagian depan wajah. Daun telinganya juga sudah mulai tampak tumbuh.

* TUBUH ANDA

Kini kehamilan Anda mulai ‘terlihat’. Jika Anda meraba di bagian bawah perut akan terasa pertambahan ukuran sekitar 7 cm. Mual-mual dan muntah yang selama ini rajin datang, juga sudah mulai berkurang. Makanya, untuk Anda yang suka memasak, kini sudah dapat Anda nikmati lagi.

Minggu ke-14

* PERTUMBUHAN JANIN

Panjang janin menjadi 10,4 - 11,6 cm dengan berat sekitar 80 gram. Tulang yang terbentuk sudah mulai mengeras dan dengan cepat membentuk kalsium. Seandainya pada usia ini dibuat foto rontgent, maka tulang kerangka bayi sudah bisa terlihat.

Selain bulu-bulu halus yang semakin banyak, kuku jemarinya pun mulai terbentuk. Tungkai kaki juga mulai terlihat lebih panjang dari lengannya, dan keduanya mulai bisa bergerak. Gerakan ini dapat terlihat dari pemeriksaan USG.

* TUBUH ANDA

Jika Anda belum dapat merasakan gerakan janin, jangan khawatir. Gerakan janin pada kehamilan pertama biasanya baru dirasakan pada usia kehamilan 16 – 20 minggu,

Banyak wanita hamil mulai suka ngemil. Tak apa, asalkan Anda cari camilan yang bergizi dan mudah mengonsumsinya. Buah-buahan segar bisa jadi pilihan yang baik.

Minggu ke-15

* PERTUMBUHAN JANIN

Sekarang ia berukuran 11 - 12 cm dengan bobot 100 gram. Jika Anda membuka telapak tangan, nah, sebesar itulah janin Anda sekarang.

Pada usia ini lemak-lemak tubuhnya sudah mulai terbentuk. Lemak ini penting untuk melindungi tubuhnya agar tetap hangat.

* TUBUH ANDA

Perut Anda sekarang sudah lebih kelihatan menyembul, sehingga kalau suami Anda memeluk, dia sudah dapat merasakan besarnya rahim Anda. Kalau Anda mau, saat ini Anda sudah mulai dapat memakai busana hamil yang nyaman.

Ada satu hal yang petut Anda perhatikan yakni posisi tidur. Kadangkala terasa tekanan pada pembuluh darah besar yang ada di bagian belakang perut. Makanya, agar lebih nyaman sebaiknya Anda tidak terlalu lama tidur telentang. Sesekali cobalah miring ke arah kanan.

Minggu ke-16

* PERTUMBUHAN JANIN

Pelan-pelan dia terus membesar mencapai 12,5 – 14 cm dan beratnya 150 gram. Saat ini penampilannya sudah mirip manusia, dengan mata yang mulai menempati posisinya. Demikian pula perbandingan panjang tungkai kaki dan lengan yang mulai seimbang.

* TUBUH ANDA

Anda merasa jauh lebih nyaman, janin Anda pun sudah lebih kuat. Kini saatnya Anda beraktivitas kembali.

Anda suka bepergian atau olahraga seperti berenang, jalan kaki atau bersepeda? Silakan lakukan atas persetujuan dokter.

Minggu ke-17

* PERTUMBUHAN JANIN

Si kecil kini sudah 13 – 15 cm dengan berat 200 gram. Sejak minggu ini sampai saat kelahirannya kelak, berat janin akan meningkat sampai lebih dari 12 kali lipat.

Pada usia ini jika ia mengalami gangguan pertumbuhan pada sistem saraf yang dapat menyebabkan terjadinya hidrosefalus (kepala besar karena berisi cairan), bisa segera terlihat melalui pemeriksaan USG. Dokter pun bisa melakukan tindakan medis untuk menolongnya.

* TUBUH ANDA

Jika dilihat dari samping, perut Anda semakin membuncit. Pertambahan berat badan Anda biasanya sudah mencapai sekitar 3,6 – 6,3 kg. Tapi tahukah Anda, ternyata dari berat ini, hanya 200 gram milik janin. Selebihnya, milik plasenta (170 gram), cairan ketuban 320 gram, serta rahim Anda sendiri yang bertambah besar (320 gram). Selain itu, payudara Anda pun ikut bertambah berat (sekitar 170 gram), dan sisanya merupakan peningkatan volume darah serta berbagai persiapan untuk menyusui kelak.

Minggu ke-18

* PERTUMBUHAN JANIN

Bobot tubuhnya sudah 260 gram dngan panjang 14 - 16 cm. Kulit tubuhnya tumbuh dua lapis. Epidermis, yang ada di permukaan, serta dermis yang ada di lapisan dalam. Pada minggu ini, bagian epidermis membentuk empat lapisan, yang salah satunya bertanggung jawab untuk membentuk sidik jari di tangan maupun di kaki.

* TUBUH ANDA

Dokter akan mengukur tinggi rahim Anda. Pengukuran dapat dilakukan dari tulang pubis (tulang kemaluan), atau dari pusar Anda. Ukuran ini perlu untuk mengetahui kapan janin bisa dilahirkan. Atau, jika memang jauh dari ukuran normal, bisa jadi tanda bagi doker untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun jangan langsung khawatir, sebab ukuran perut untuk setiap individu tidak selalu sama. Selama dokter mengatakan tak ada masalah, ya... tenang saja.

Minggu ke-19

* PERTUMBUHAN JANIN

Coba Anda ambil pisang ambon. Ya seukuran itulah si kecil (panjang 18 cm, berat 300 gram). Hebatnya, mulai hari ini perkembangan saluran pencernaannya membuatnya mampu menelan cairan ketuban. Ia minum banyak cairan dan meneruskan bahan-bahan yang tidak dapat diserap ke usus besarnya. Diperkirakan, cairan ketuban itu dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

* TUBUH ANDA

Aha! Kini pinggang Anda sudah betul-betul ‘hilang’ tak berbatas lagi. Dengan tinggi rahim sekitar 21 cm dan pertambahan berat badan sekitar 3,5 - 6,3 kg, penampilan Anda sudah sempurna sebagai wanita hamil.

Kalau aktivitas Anda lebih banyak bertumpu di kaki, adakalanya membuat kaki Anda terlihat membengkak. Cobalah sisihkan waktu untuk berbaring sebentar dengan mengganjal kaki memakai bantal.

Minggu ke-20

* PERTUMBUHAN JANIN

Si kecil bertambah 1 cm menjadi 19 cm dan bobotnya mencapai 350 gram. Kelopak mata dan alisnya mulai terbentuk, dan kuku di jari-jarinya juga sudah mulai tumbuh menutupi ujung jarinya.

* TUBUH ANDA

Puncak rahim Anda sekarang 2 cm di atas pusat, atau sekitar 22 cm dari tulang kemaluan. Saat inilah kehamilan terasa benar-benar nyaman. Tidak terlalu besar, sehingga tidak mengganggu gerakan sama sekali. Anda masih dapat membungkuk atau duduk dengan nyaman.

Boleh dibilang, ini juga merupakan saat yang paling menyenangkan selama hamil. Anda pun kini dapat kembali merawat wajah dengan krim yang pernah membuat Anda mual karena baunya pada trimester pertama.

Minggu ke-21

* PERTUMBUHAN JANIN

Panjang janin sekitar 20 cm dengan berat mencapai 455 gram. Ia sudah tampak seperti boneka. Bulu-bulu di tubuhnya semakin tebal, tubuhnya lebih berisi, meski kulitnya masih keriput.

* TUBUH ANDA

Berat badan Anda biasanya bertambah sekitar 5,5 - 6,8 kg. Wajah Anda juga tampak lebih berisi, sementara perubahan tubuh tidak terlalu berbeda dengan minggu lalu.

Minggu ke-22

* PERTUMBUHAN JANIN

Tubuhnya memang hanya bertambah 1 cm tapi beratnya 540 gram. Meski wajah dan tubuhnya sudah lebih tampak seperti bayi baru lahir, tapi ia masih terlalu kecil untuk lahir. Diperkirakan, pada minggu ini janin sudah dapat mendengar suara-suara dari luar.

* TUBUH ANDA

Tinggi puncak rahim Anda kini sekitar 24 cm. Sebagian dari Anda ada yang merasakan sesak napas, yang mungkin disebabkan terlalu banyak makan sebelum tidur malam. Untuk mengatasinya, makanlah dalam jumlah kecil tetapi sering dengan makanan yang bergizi. Jangan langsung tidur setelah makan.

Minggu ke-23

* PERTUMBUHAN JANIN

Ukurannya sekitar 22 cm dengan bobot tubuh 550 – 650 gram. Namun, setiap janin mempunyai berat dan panjang yang tidak selalu sama. Jadi, jika janin Anda agak berbeda sedikit dengan ukuran tersebut, tak usah terlalu khawatir. Yang penting, dokter menyatakannya normal.

* TUBUH ANDA

Tinggi rahim Anda sekarang 25 cm. Besar rahim Anda hampir sama dengan bola sepak. Puncak rahim berada di tengah-tengah antara bagian bawah tulang dada dan tali pusat. Dengan semakin melarnya perut, kulit perut pun akan tertarik sehingga kadang-kadang terasa gatal.

Minggu ke-24

* PERTUMBUHAN JANIN

Kini panjang tubuhnya mencapai 23 cm, sedang berat tubuhnya sekitar 650 – 750 gram. Tubuh janin sudah lebih berisi lagi. Ia juga sudah mulai punya pola tidur sendiri. Anda pun dapat merasakannya. Coba perhatikan, ada waktu-waktu tertentu dia sangat aktif, sementara pada waktu lain jadi anteng.

* TUBUH ANDA

Pertambahan berat badan Anda pada minggu ini biasanya sekitar 7,2 – 9,9 kg. Dengan semakin besarnya rahim, terkadang muncul rasa pegal sedikit di daerah punggung atau pinggul, juga kram kaki dan agak pusing. Untuk mengatasinya, lakukan olahraga ringan, sehingga peredaran darah Anda lancar.

Sedang Apa di dalam, Nak?

Stimulasi pralahir terhadap janin ternyata berdampak luar biasa. Bagaimana caranya?

Kisah kehidupan manusia dimulai saat sel sperma membuahi sel telur. Sesaat kemudian, sel telur yang sudah dibuahi tersebut berjalan menuju rahim lewat saluran indung telur, lalu menanamkan diri di dinding rahim. Di sana, dia akan membelah diri untuk tumbuh dan berkembang. Dalam waktu kurang lebih 3 minggu, sel telur yang telah membelah diri dan disebut embrio itu, akan terus berkembang menjadi janin.

Tahukah Anda, Anda bisa memberinya aneka stimulasi yang sangat bermanfaat bagi kecerdasan dan kepribadian sang janin? Ya, jangan lupa, dia adalah makhluk hidup yang sedang tumbuh. Di situlah perlunya kita, ayah dan bundanya, memberikan stimulasi pralahir.

Lebih dini, lebih baik

Menurut teori, stimulasi pralahir idealnya diberikan saat janin usia trimester kedua (usia kandungan 16 minggu). Namun, tidak ada salahnya Anda mulai melakukannya sejak trimester pertama, di mana susunan otak sudah terbentuk, termasuk kaki dan tangannya yang mulai membentuk formasi.

Semakin banyak sel-sel otak menerima stimulasi, semakin kompleks bagian otak yang menerima pesan/rangsang dari tubuh (dendrit). Otak akan makin tumbuh dan menjadi besar. Semua ini akan menentukan inteligensi serta kemampuan sosial dan emosi janin.

Untuk hasil yang optimal, luangkan waktu dua kali setiap hari, sedikitnya 10 menit, untuk menstimulasi janin. Misalnya, pagi dan malam. Perlu Anda tahu, malam hari adalah waktu yang paling tepat, karena janin sangat aktif. Atau, bisa juga dilakukan saat Anda dalam kendaraan menuju atau pulang dari tempat kerja.

Awalnya, mungkin Anda tak merasakan adanya reaksi dari si kecil. Namun, yakinilah dalam diri Anda, janin bisa merasakan sentuhan dan mendengarkan suara ayah bundanya. Kelak, seiring pertambahan usianya, dia akan memberikan reaksi. Misalnya, berupa tendangan dari balik perut bunda.

Banyak caranya

Sebenarnya, apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menstimulasinya? Wah... banyak, dan umumnya mudah dilakukan. Berikut adalah beberapa contoh:

· Memperkenalkan diri

“Hallo, ini bunda, dan ini ayah.” Ya, seperti memperkenalkan diri kepada orang lain untuk pertama kalinya, Anda berdua bisa melakukannya kepada si kecil. Janin akan mendengar kata-kata lembut orang tuanya. Ucapkan berulang kali dalam kata-kata dan intonasi yang lembut. Bagi ayah, dekatkan kepala pada perut bunda, dan bicaralah pada si kecil.

· Mengusap

Bunda atau ayah, lakukan gerakan melingkar berupa usapan (jari dan telapak tangan terbuka dan sedikit tekanan) di bagian perut. Khusus buat ayah, letakkan jari-jemari di perut bunda lalu usap/belai bagian bawah perut yang merupakan punggung bayi, lalu naik ke bagian atas perut dimana posisi pantat bayi. Selain dengan iringan kata-kata yang lembut, Anda juga bisa melakukannya dengan musik-musik lembut, seperti musik klasik.

· Memperdengarkan musik

Perdengarkan musik lembut atau musik klasik setiap malam, kurang lebih 10 menit setiap harinya. Menurut penelitian yang dilakukan di negara-negara barat, musik klasik adalah bentuk stimulasi yang sempurna. Namun, kita dapat memperdengarkannya musik-musik easy listening, new age, musik tradisional, atau musik lain sepanjang musik itu tidak dipasang terlalu keras. Memperdengarkan musik dapat juga dilakukan dengan mendekatkan headset kepada perut ibu.

· Membacakan cerita atau doa

Membacakan cerita tidak hanya bisa dilakukan setelah si kecil lahir. Waktu ia berwujud janin pun, Anda dan pasangan dapat membacakannya cerita atau doa-doa. Tak perlu waktu panjang, semua ini bisa Anda lakukan beberapa menit saja. Bukankah doa memberikan ketenteraman batin bagi orang tua dan janin?

· Mengajak bicara sepanjang waktu

Anggap saja si calon bayi sudah mengerti apa yang Anda bicarakan. Setiap hari, apa pun kejadian yang Anda berdua alami, ceritakanlah pada si kecil. Hitung-hitung “curhat” atau mencurahkan isi hatilah. Lakukan dengan suara lemah lembut dan penuh kesungguhan. Namun, secara bergantian, tanyakan juga kabarnya atau apa yang dialaminya di dalam rahim Bunda yang hangat.

· Berdansa bersama

Ah, indahnya tarian ayah dan bunda. Selain menyenangkan bagi yang melakukannya, gerakan tarian juga membawa sensasi kegembiraan bagi janin. Pasanglah musik dansa, lakukan dansa secara perlahan. Wow, janin Anda pun akan ikut berdansa!

Nah, stimulasi tidak usah memerlukan biaya mahal bukan? Caranya mudah dan waktunya bisa kapan saja. Jadi tunggu apa lagi, ayo lakukan stimulasi pada si kecil sejak janin!

Konsultasi ilmiah: dr. Caroline Tirtayasa, Sp.OG, POGI Jaya, Omni Medical Center, Pulo Mas, Jakarta.

Dengarkan Alarm Degup Jantung

Dalam kondisi normal pun, jantung ibu hamil bekerja lebih berat. Bagaimana pula kalau mengalami gangguan?

Lita, 27 tahun, mengaku tak pernah merasakan keluhan sakit jantung. Sejak kecil, ia memang jarang melakukan aktivitas fisik. Ketika hamil dan usia kehamilannya masuk trimester kedua, keluhan pun mulai muncul. Sesak napas, tersengal-sengal, pusing, dan mudah letih.

“Tadinya saya masih mengabaikannya, kan orang lain juga mengalami,” ujar Lita. Ternyata, dokternya menemukan “keanehan” pada bunyi irama jantungnya yang menunjukkan adanya gangguan. Nah, dari pemeriksaan selanjutnya, Lita ternyata mengidap gangguan jantung yang baru terlihat ketika dia hamil.

Di Amerika Serikat, diketahui bahwa gangguan jantung dialami oleh 1–4% ibu hamil, yang sebelumnya tidak pernah diketahui sama sekali oleh penderitanya. Di Indonesia, angka ini belum tercatat.

Kerja keras jantung

Munculnya gangguan jantung yang serius pada seorang ibu hamil, yang sebenarnya sudah menyandang gangguan jantung, memang bukan suatu kebetulan. Mengapa?

Kehamilan itu sendiri merupakan suatu proses yang membuat seluruh tubuh berubah. Seperti apa yang dikatakan dr. Bhimantoro Azwar, SpOG, dokter spesialis obstetri & ginekologi dari RSIA Hermina, Jakarta, “Pada saat hamil, volume darah akan bertambah sekitar 40%. Ini merupakan akibat dari meningkatnya kadar hormon estrogen, terutama pada usia kehamilan 30 minggu. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih berat dan lebih cepat untuk memompa darah.”

Selain itu, perlu Anda tahu, meningkatnya volume darah ini lebih besar dari peningkatan massa sel darah merah. Akibatnya, sering timbul anemia (kekurangan sel darah merah dalam darah) pada ibu hamil.

Jadi, tanpa adanya gangguan jantung pun, kerja jantung sebenarnya sudah berat ketika hamil. Tak heran, kalau seorang ibu hamil kadang-kadang juga akan merasakan napasnya terengah-engah dan mudah lelah, sekalipun kondisi jantungnya baik-baik saja.

Nah, apalagi mereka yang sebelumnya sudah menyandang gangguan jantung. Jantungnya tentu akan memikul beban yang lebih berat lagi.

Risikonya berat

Lalu, apa risiko yang ada di depan ibu hamil? Risiko itu bisa berupa serangan jantung, stroke, sampai membanjirnya aliran darah ke paru-paru. “Jika sudah ada kelainan gagal jantung, biasanya suplai darah, baik yang ke otak atau ke ginjal, akan terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan akan darah yang kaya oksigen, paru-paru harus bekerja keras, dan membengkak,” jelas dr. Bhimantoro.

Prof. Michael Gatzoulis dari Bagian Kardiologi Rumah Sakit Royal Brompton, Inggris, juga menambahkan, “Jika kondisi seperti itu tak diatasi, bukan tak mungkin dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil.” Jalan keluarnya?

“Kehamilannya itu harus diawasi secara intensif oleh dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis jantung. Jika perlu, si ibu hamil diberi obat-obatan untuk mengatasi gangguan jantungnya, yang tentu saja aman bagi janinnya,” jawab dr. Bhimantoro.

Bila kondisinya stabil, maka si ibu dapat melahirkan bayi pada usia kandungan yang mencukupi (38–40 minggu). “Tapi adakalanya janin harus dikeluarkan lebih awal, misalnya di usia 32 minggu,” lanjut dr. Bhimantoro.

Proses persalinan pada ibu hamil yang menyandang gangguan jantung perlu perhatian lebih. Sebab, peningkatan aliran darah di pembuluh darah balik ke jantung yang terjadi ketika rahim berkontraksi, dapat membahayakan jantung. Pada proses persalinan itu, pengeluaran darah dari jantung meningkat 20% pada setiap kontraksi.

Jelaslah mengapa proses persalinan bayi dari ibu yang menyandang gangguan jantung, bukan hanya perlu ditunggui dokter ahli kandungan, tetapi juga dokter anestesi yang berpengalaman menangani pasien dengan gangguan jantung. Bahkan jika perlu, juga ditunggui dokter spesialis jantung dan dokter spesialis anak yang menangani bayi baru lahir. Sebab, pada kondisi tertentu ada pasien yang ketika melahirkan memang harus menjalani pembiusan agar tidak membahayakan jantungnya.

Pentingnya memeriksakan diri

Untuk mencegah kemungkinan yang tak diinginkan, dokter biasanya menganjurkan wanita, terutama yang sudah tahu bahwa ia sudah menyandang gangguan jantung, untuk berkonsultasi lebih dulu ke dokter sebelum hamil. “Konsultasinya bukan hanya dengan dokter spesialis kandungan, tetapi juga dengan dokter ahli jantung,” ujar dr. Bhimantoro, ayah dari satu anak ini.

“Repotnya, 85-90% dari mereka yang ketika masih anak-anak sudah dikoreksi ganguan jantungnya, seringkali tidak menghubungi lagi rumah sakit tempat mereka dirawat,” ujar Prof. Philip Steer, ahli kandungan dari Chelsea, Inggris. “Akibatnya, banyak wanita yang sudah terlanjur hamil, tanpa tahu risiko yang mungkin akan dialaminya.”

Jadi, sekali lagi, konsultasikan kondisi kesehatan Anda sebelum hamil. Kalau Anda memang mengalami gangguan jantung tergolong ringan, tak perlu terlalu khawatir dengan keadaan Anda. Anda bisa kok, menjalani kehamilan dan persalinan normal selama dalam pantauan dokter.

Risikonya pada Janin

Berikut ini risiko yang kemungkinan dialami bayi dari ibu yang pada saat hamil menderita gangguan jantung.

· Bayi lahir dengan berat badan rendah. Hal ini terjadi karena pada umumnya aliran darah ke janin kurang, sehingga proses perkembangan janin dalam kandungan pun mungkin agak terhambat.

· Bayi lahir prematur. Kondisi seperti ini biasanya terjadi karena kondisi ibu yang memburuk, sehingga bayi perlu segera dikeluarkan melalui operasi.


Gejala Gangguan Jantung

Asosiasi Jantung di Amerika membagi gangguan jantung dalam 4 tingkatan.

Tingkat I: Ringan
Gejala: tanpa gejala, dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa batas.

Tingkat II: Ringan
Gejala: ada sedikit gejala, yaitu kadang-kadang jika terlalu lelah terjadi bengkak di beberapa bagian tubuh. Selain itu, ada keterbatasan dalam melakukan latihan-latihan tertentu yang agak berat.

Tingkat III: Sedang
Gejala: dapat dikenali dari keterbatasan saat melakukan aktivitas yang berat. Selain itu, orang yang bersangkutan hanya merasa nyaman dalam keadaan istirahat.

Tingkat IV: Berat
Gejala: sukar melakukan kegiatan fisik. Bergerak sedikit saja sudah terengah-engah. Bahkan, gejala gangguan ini juga terasa di saat istirahat.

Catatan:
Untuk wanita yang menyandang gangguan jantung tingkat I & II, biasanya masih diperbolehkan untuk hamil dengan pengawasan dokter.

( ayahbunda-online.com)

Janin 12 Minggu "Berjalan" Dalam Rahim Ibu

Janin dalam kandungan ternyata memiliki kebiasaan dan gerakan seperti bayi yang sudah lahir.

Mereka mampu mengejapkan mata, menguap, mengernyitkan dahi, menangis, tersenyum, dan… berjalan!

Sampai detik ini, kalangan dokter dan orangtua percaya, janin dalam rahim tak dapat tersenyum sampai beberapa minggu setelah lahir.

Namun, dengan bantuan scan ultrasound 4D jenis terbaru, gerakan-gerakan janin dapat dilihat secara gamblang dan jauh lebih detil ketimbang ultrasound konvensional. Seperti tampak dalam gambar, janin berusia 12 minggu terlihat “berjalan” di dalam rahim.

Ahli kandungan terkenal asal Inggris, Profesor Stuart Campbell yang memelopori teknik rekaman gambar canggih ini, kemudian menyusun sebuah buku yang diberi judul “Watch Me Grow”, berisi gambar-gambar yang memperlihatkan perilaku janin tersebut.

“Sebelumnya, para ahli berpendapat, bayi tidak tersenyum sampai usia 6 minggu setelah lahir. Padahal, sebelum lahir pun bayi-bayi itu sering sekali tersenyum,” kata Campbell.

Pada ultrasound konvensional yang biasanya dilakukan pada ibu hamil usia 12-20 minggu, gambar-gambar 2D yang dihasilkan, hanya memperlihatkan perkembangan janin dan membantu dokter mengukur serta menilai pertumbuhan janin. Gambar-gambar tadi, sedikit sekali memberikan informasi soal perilaku si janin.

Profesor Campbell kemudian menyempurnakan teknik pengambilan gambar tersebut. Tidak hanya mampu menyajikan gambar-gambar 3D secara detil, tetapi juga merekam gerakan-gerakan janin saat itu juga.

Tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya, janin ternyata memiliki perilaku cukup kompleks sejak awal pertumbuhannya.

Pada usia 12 minggu, janin dapat meregang, menendang, dan melangkah. Ini terjadi jauh sebelum si ibu mampu merasakan gerakan-gerakan janin dalam perutnya.

Usia 18 minggu, janin dapat membuka matanya meskipun sebagian besar dokter berpikir kelompak mata janin masih menempel sampai usia 26 minggu.

Usia 26 minggu, janin melakukan semua gerakan, bahkan mampu menunjukkan perasaannya selayaknya bayi yang sudah lahir. Mereka menggaruk, tersenyum, menangis, cegukan, dan mengisap.

Teknik pengambilan gambar yang dikembangkan Campbell, selain menyajikan gambar-gambar 3D, juga membantu dokter mendapatkan peringatan dini bila bayi-bayi dalam kandungan itu abnormal, seperti: langit-langit mulutnya terbelah, menderita sindrom down dan kelainan lain yang berkaitan dengan tungkai, lengan, serta anggota tubuh lainnya.

“Dengan munculnya gambar-gambar tadi, sejumlah pertanyaan mengenai kondisi janin dalam kandungan, bisa diselidiki.”

“Misalnya, apakah janin dengan problem genetik memiliki pola gerak yang sama seperti janin normal?”

“Apakah janin-janin itu tersenyum karena dia merasa bahagia? Atau menangis karena ada suasana atau kejadian yang menganggunya..?”

“Mengapa janin mengedip-ngedipkan matanya? Padahal selama ini, kita berasumsi rahim ibu itu gelap gulita.”

“Bahkan di masa datang, teknik pengambilan gambar ini dapat membantu kita memahami dan mendiagnosis penyakit-penyakit genetik, seperti cerebral palsy yang masih merupakan teka-teki kalangan medis, mengapa itu terjadi?” jelas Campbell.

Biaya pengambilan gambar janin dengan teknik terbaru ini kira-kira 275 poundsterling (kurang lebih 4 juta rupiah).

Hamil Tanpa Janin??

Kenali Lebih Jelas “Hamil Anggur”

Ny. Amelia (27 tahun) ketika dinyatakan positif hamil tentu saja gembira hatinya. Maklum ini merupakan kehamilan pertama baginya. Kabar gembira itu pun disampaikan pada sang suami, Tanto.

Waktu terus berlalu, ketika usia kandungan 4 bulan, Amel bersama sang suami, bermaksud memeriksakannya ke dokter. Katanya, mereka ingin tahu bayinya laki-laki atau perempuan. Di samping itu, ia juga ingin mengetahui apakah kehamilannya berjalan normal. Sebab ia merasakan selalu mual yang sangat berat.

Bahkan yang membuat dirinya bingung, kok bisa-bisanya ia sampai muntah lebih dari 5 kali dalam sehari. Ternyata apa yang dikhawatirkan pun terjadi. Dari hasil pemeriksaan USG, kehamilan yang telah memasuki usia 5 bulan, kok tidak terdengar detak jantung sang janin. Sedihlah mereka.

Pemeriksaan Positif Hamil

Apa yang thalami Amelia merupakan kehamilan abnormal yang dalam istilah kedokteran dikenal dengan hamil mola hydratidosa, atau dalam masyarakat awam lebih dikenal dengan hamil anggur. Sebutan itu diberikan karena di dalam uterus atau rahim si ibu terdapat gelembung-gelembung villus yang menggerombol mirip serangkai buah anggur. Hamil anggur memiliki gejala yang salah satunya pembesaran uterus yang lebih cepat dari kehamilan normal. Karena itu tidak jarang seorang yang mengalami hamil anggur perutnya lebih besar dari usia kehamilan yang sebenarnya.

Perlu diketahui pula bahwa gejala pembesaran uterus ini dialami oleh 50% penderita. Selain itu, hamil anggur, kadang di usia kehamilan 6-8 minggu terjadi pendarahan yang disertai keluarnya gelembung villus berisi cairan. Nah, dari situlah antara lain diketahui jika si ibu mengalami hamil anggur. Pada kasus hamil anggur, hasil pemeriksaan air seni si ibu tetap positif. Mengapa bisa begitu? Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kandungan dan kebidanan, hormon kehamilan tetap dihasilkan dalam jumlah tinggi.

Karena itu, tidak mengherankan pula bila si penderita pun sering mengalami mual dan muntah berlebihan atau dikenal dengan istilah hyperemesis. Hal itu terjadi karena jaringan trofoblast pada villus berproliferasi atau mengalami proses pembelahan ringan dan kadang-kadang keras. Karena itu mengeluarkan hormon yang dikenal human chorionic gonadotrophin (hCG) dalam jumlah yang kadang lebih besar dari kehamilan biasa. Nah, hormon hCG inilah yang menimbulkan rasa mual berlebihan pada ibu hamil.

Pada tahap berikutnya, bila kehamilan si ibu diperiksa dengan USG, tidak akan ditemukan detak jantung janin SePerti yang dialami Amelia itu. Hal ini bisa terjadi karena pada hamil anggur, telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi janin. Jaringan trofoblast yang semestinya menjadi ari-ari, tidak berkembang. Jadi, melalui USG-lah cara satu-satunya yang paling tepat untuk mengetahui ibu hamil normal atau anggur.

Hingga saat ini penyebab hamil anggur masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan penelitian, kasus hamil anggur terbanyak pada wanita Asia. Sebagai gambaran untuk di Indonesia pada tahun 1984, kasus hamil anggur terjadi per 85 kehamilan. Angka kejadian ini terus meningkat pada masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan nutrisi yang buruk.

Pada wanita yang hamil di atas usia 40 tahun atau di bawah 20 tahun lebih mudah terjadi kehamilan. Namun begitu kehamilan di atas usia 40 tahun risikonya 5,2 kali lebih besar dibandingkan yang hamil di bawah usia 20 tahun. Adanya riwayat keguguran juga kehamilan si ibu diperiksa dengan USG, tidak akan ditemukan detak jantung janin seperti yang dialami Amelia itu. Hal ini bisa terjadi karena pada hamil anggur, telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi janin. Jaringan trofoblast yang semestinya menjadi ari-ari, tidak berkembang. Jadi, melalui USG-lah cara satu-satunya yang paling tepat untuk mengetahui ibu hamil normal atau anggur.

Hingga saat ini penyebab hamil anggur masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan penelitian, kasus hamil anggur terbanyak pada wanita Asia. Sebagai gambaran untuk di Indonesia pada tahun 1984, kasus hamil anggur terjadi per 85 kehamilan. Angka kejadian ini terns meningkat pada masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan nutrisi yang buruk.

Pada wanita yang hamil di atas usia 40 tahun atau di bawah 20 tahun lebih mudah terjadi kehamilan. Namun begitu kehamilan di atas usia 40 tahun risikonya 5,2 kali lebih besar dibandingkan yang hamil di bawah usia 20 tahun. Adanya riwayat keguguran juga akan meningkatkan risiko terjadinya hamil anggur. Sebaliknya, riwayat hamil normal lebih dari satu kali akan mengurangi risiko.

Bersihkan dengan Kuret

Bagi wanita yang mengalami hamil anggur tidak perlu terlalu risau. Sebab, masalah itu bisa diatasi oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Untuk wanita yang masih muda dan masih ingin memiliki momongan, hamil anggur dapat ditangani dengan kuretase dan dilatasi, yakni kerokan dengan isapan. Sementara itu jika hamil anggur terjadi pada wanita yang telah memiliki anak dengan jumlah cukup ataupun berusia lanjut, bisa juga dengan kuretase dan dilatasi atau bisa juga dengan melakukan pengangkatan rahim.

Setelah dokter melakukan pembersihan jaringan-jaringan abnormal, biasanya gejala muntah dan mual akan segera berkurang. Kelenjar thyroid pun akan menurunkan produksi hormonnya. Bila pada ibu hamil anggur terdapat kista, kista itu pun akan segera hilang.

Setelah hormon kehamilannya negatif selama 1 tahun, penderita hamil anggur boleh hamil lagi. Memang bagi wanita yang mengalami hamil anggur disarankan tidak hamil dalam jangka waktu tersebut. Karena, saat si ibu hamil kembali, hormon kehamilan akan meningkat lagi. Jadi, itu diterapkan untuk. dapat membedakan apakah hormon itu karena kehamilan, atau akibat sel-sel trofloblast sisa hamil anggur.

Pada umumnya, ibu yang pemah mengalami hamil anggur dapat hamil normal setelah waktu setahun. Namun demikian tidak berarti hamil anggur tidak dapat berulang lagi. Oleh karena itu saran dari beberapa ahli, sebaiknya sebelum berkeinginan memiliki momongan, suami-istri melakukan pemeriksaan dulu terhadap kesehatan si ibu.

Agar Mola Tak Jadi Kanker

Hamil anggur atau mola hiydratildosa sebetulnya jinak. Akan tetapi bila si ibu tetap menghasilkan hormon kehamilan setelah rahim dibersihkan, sebaiknya berhati-hatilah, karena masalah itu dapat menimbulkan kanker yang dikenal dengan kariokarsinoma.

Jadi, tidak ada salahnya ibu yang pernah hamil anggur melakukan pemeriksaan lanjut, seperti:

1. Pemenksaan air kemih dan pemeriksaan panggul.

2. Pemeriksaan darah. Pemeriksaan itu untuk mengetahui kadar hCG dalam darah yang diPeriksa setiap minggu sampai kadar menjadi negatif selama 3 minggu berturutturut.

3. Pemeriksaan rontgen paru-paru tiap bulan untuk melihat apakah telah terjadi penyebaran sel-sel kanker.

4. Terapi kanker (kemoterapi) dilakukan jika kadar hCG tidak turun dalam 3 minggu berturut-turut atau malah menunjukkan kenaikan. Cara ini dilakukan pada ibu yang ingin rahimnya dipertahankan. Jika tidak ingin, maka akan dilakukan pengangkatan rahim.(ssn)

Sumber : Samarinda Pos

Fase Perubahan Janin


Trimester 1

Dari Zigot menjadi Embrio….
Tahukah yang dimaksud dengan zigot? Zigot adalah sebuah kumpulan sel yang terbagi hingga mencapai 100 sel, yang kemudian disebut dengan blastocyst, yaitu bagian dalam dari sel yang mana akan membentuk embrio. Sementara bagian luar dari sel akan membentuk plasenta yang kemudian memberikan nutrisi dan kehidupan bagi janin.

Tiga minggu sebelum terjadinya kehamilan, blastocyst akan melekat pada dinding rahim ibu, dan kemudian melepaskan hCG. Hal ini akan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan. Dokter kandungan biasanya akan mulai menghitung masa 40 minggu kehamilan, dari tanggal hari pertama haid ibu yang terakhir (walaupun biasanya pembuahan sering terjadi 2 minggu setelahnya, yaitu masa subur ibu).
Pada usia 5 minggu, otak, sumsum tulang belakang, jantung dan beberapa organ lainnya mulai terbentuk. Saat ini embrio dibentuk dari 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Setiap jaringan dan organ janin akan dibentuk dari 3 lapisan ini. Ectodermakan membentuk sistem saraf dan tulang belakang, mesoderm akan membentuk jantung dan sistem peredaran darah, dan endodermakan membentuk paru - paru, sistem pencernaan, kelenjar tiroid, hati, dan pankreas. Sementara itu, plasenta dan tali pusar mulai terbentuk, dimana tali pusar akan berfungsi untuk mengirimkan nutrisi dan makanan untuk embrio yang masih berkembang.

Walaupun saat ini embrio masih seukuran biji beras, ibu hamil akan mulai merasakan tanda-tanda awal kehamilan seperti mual muntah di pagi hari, sering buang air kecil, mengantuk, dan keinginan untuk suatu jenis makanan. Payudara mulai terasa membesar, dan lebih lembek. Beberapa ibu bahkan mulai bertambah berat badannya. Tetapi pada umumnya, karena mual muntah, berat badan akan menurun. Pada masa inilah biasanya ibu mulai berkunjung ke dokter kandungan, dan pada minggu kelima ini, USG sudah dapat menangkap detak jantung janin.

Ibu harus extra hati - hati pada trimester pertama ini, karena saat inilah organ - organ utama janin mulai dibentuk. Sebaiknya ibu menghindari minum alkohol, obat - obatan tanpa pengawasan dokter, kafein, dan rokok. Ibu juga dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi, berolahraga ringan secara teratur dan mengkonsumsi vitamin untuk memperkuat janin yang biasanya berupa asam folat.Dari embrio menjadi janin


Pada minggu - minggu terakhir trimester 1, embrio mulai memiliki bentuk seperti struktur wajah dan tunas yang kemudian membentuk tangan dan kaki.

Pada minggu ke 8, embrio kemudian menjadi janin. Organ - organ tubuh seperti ginjal, hati, paru - paru dan otak mulai berfungsi. Jari - jari mulai berbentuk demikian juga alat kelamin (yang belum dapat terlihat karena belum berbentuk penis ataupun vagina). Pada beberapa ibu, bajunya sudah terasa lebih ketat walaupun belum harus memakai baju hamil.
Trimester 2

Bagi banyak wanita, pada trimester 2 inilah banyak terjadi perubahan dalam dirinya. Mual - muntah di pagi hari mulai hilang, rasa malas dan lemas tidak lagi dirasakan. Kesimpulannya, banyak yang merasakan dirinya kembali sehat pada trimester 2 ini. Napsu makan mulai kembali, bahkan mungkin menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Namun ada banyak juga wanita hamil yang pada trimester 2 ini mulai sering merasakan nyeri lambung (sakit mag).

Walaupun saat ini ukuran janin hanya beberapa centimeter (masih sangat kecil), namun perut ibu mulai bertambah besar. Kelenjar susu pada payudara ibu mulai bekerja untuk produksi susu.      pada trimester inilah, payudara ibu mulai memproduksi cairan kekuningan yang kaya nutrisi untuk bayi, yang disebut dengan kolostrum. Kolostrum akan menjadi makanan pertama begitu bayi lahir hingga beberapa hari setelahnya.

Minggu ke-15, ukuran janin kurang lebih 10-13cm dengan berat sekitar 200 gram. Walaupun kelopak matanya masih menutup, namun ia mulai sensitif terhadap sinar yang dapat tertangkap oleh matanya. Terkadang, dokter kandungan sudah dapat melihat jenis kelamin janin melalui USG saat ibu melakukan kunjungan di minggu ke 15 atau 16 ini.

Antara minggu ke 16 dan 20, janin mulai dapat mendengar suara dari luar rahim ibunya, bahkan dapat mengenali suara ibunya sendiri. Wajahnya pun sudah dapat melakukan bermacam - macam ekspresi seperti meringis, merengut, tersenyum, dan lain - lain. Kepalanya mulai tumbuh rambut, tengkorak-nya pun mulai mengeras, dan jutaan syaraf kecil pada otaknya mulai memerintahkan otot untuk bergerak. Organ reproduksi-nya mulai terlihat jelas. Di akhir minggu ke 19 atau 20, ibu mulai dapat merasakan tendangan kecil pada dinding rahim.

Beberapa wanita hamil terlihat lebih cerah dan “bersinar”. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke wajah ibu. Banyak pula ibu hamil yang pada perut bagian bawahnya timbul garis - garis hitam. Garis - garis hitam ini timbul karena adanya peningkatan pada pigmen kulit atau melanin, yang biasanya akan hilang setelah melahirkan. Pada beberapa wanita juga akan timbulstretchmark yang biasanya juga akan hilang setelah melahirkan.

Pada minggu ke-20, panjang janin sekitar 15 - 17cm, dengan berat hampir 1kg. Sistem pencernaannya mulai berfungsi lebih banyak dan memproduksimekonium. Tubuhnya diselimuti dengan semacam cairan kental berwarna putih yang disebut vernix caseosa, dimana cairan ini berguna untuk melindungi kulitnya dari air ketuban di dalam rahim ibu.

Untuk melatih sistem pencernaan dan paru - parunya, janin mulai dapat menelan dan “menghirup” air ketuban. Paru - parunya akan memproduksi suatu zat yang disebutsurfactant, dimana zat ini akan membuat kantung udara dalam paru - parunya mengembang begitu ia dilahirkan ke dunia.

Saat ini, kemungkinan besar wajah ibu hamil akan timbul jerawat, karena kulitnya memproduksi minyak lebih banyak. Pada beberapa kasus juga timbul varises pada kaki ibu. Perubahan lain yang dialami ibu hamil saat ini adalah payudara yang semakin membesar, perubahan warna kulit, sakit mag, dan kesulitan buang air besar.

Minggu 27 adalah minggu terakhir dari trimester kedua. Saat ini, janin telah tumbuh hingga 35cm dengan berat sekitar 1kg. Tubuhnya sudah terlihat seperti bayi yang baru lahir. Jika terpaksa dilahirkan pada masa ini, ia sudah mempunyai kemungkinan untuk hidup walaupun akan menghadapi banyak masalah bersangkutan dengan kesehatannya.


Trimester 3

Dalam masa 12 minggu ke depan, perkembangan janin di dalam rahim akan mencapai kesempurnaan, dan bersiap - siap untuk menjalani proses kelahiran. Panjang badannya kurang lebih 40ccm dengan berat badan sekitar 1,5 kg. Tubuhnya mulai berisi karena terbentuknya lemak di bawah kulitnya. Lemak yang terbentuk ini akan membantu janin dalam mengatur suhu tubuhnya begitu ia dilahirkan. Otak-nya sekarang lebih besar dan lebih terstruktur, demikian juga tengkorak kepala-nya yang mulai menyesuaikan dengan pertumbuhan otak.

Seiring dengan pertumbuhan janin, perut ibu mulai semakin membesar dan berbagai rasa tidak nyaman akan muncul. Mungkin ibu hamil akan merasa kesulitan untuk tidur (insomnia). Adanya tekanan pada diafragma ibu membuatnya sering sesak napas. Ini juga akibat dari perut yang membesar dan menekan organ - organ pencernaan ke atas dan tentu saja membuat ibu menjadi semakin tidak nyaman. Ibu juga akan merasakan pegal pada punggung dan kakinya, juga keinginan untuk buang air kecil yang semakin sering karena pertumbuhan janin yang semakin besar kini semakin menekan kandung kemih.

Kebanyakan, pada trimester 3, otot - otot pada dinding rahim ibu hamil mulai melakukan “latihan” kontraksi yang disebut kontraksi palsu atau kontraksi braxton hicks. Terkadang kontraksi ini dirasa sangat kencang sehingga ibu mengira sudah mengalami proses persalinan. Kontraksi palsu ini hanya berlangsung sesekali dan tidak memiliki interval yang sama. Jika posisi ibu dirubah, kontraksi palsu kadang akan hilang dengan sendirinya. Berhati - hatilah akan adanya kelahiran prematur jika pada trimester 3, terjadi kontraksi yang dianggap palsu, namun terjadi secara teratur dan semakin kencang.

Pada minggu ke 32, janin sudah dapat menggerakkan bola matanya dan dapat membedakan gelap dan terang. Saat ini, penambahan berat badan bayi berlangsung lebih cepat yaitu sekitar 200 hingga 250 gram per minggu. Sekarang ukuran janin sudah mencapai kurang lebih 45 cm. Rambutnya sudah mulai melebat, dan ia juga sudah memiliki kuku pada jari - jari tangan dan kakinya.
Rahim ibu mulai terasa sesak baginya, sehingga gerakan janin tidak leluasa seperti sebelumnya. Tendangan - tendangannya mulai terasa lebih kencang daripada sebelumnya, dan terkadang membuat perut ibu berubah bentuk karena posisi janin yang berubah - ubah dan terus bergerak.

Pada minggu ke 35, panjang janin mencapai antara 47-50cm dengan berat kurang lebih 2,5 hingga 3 kg. Rambut halus di sekujur tubuhnya perlahan - lahan mulai rontok. Cairan kental berwarna putih yang melindungi tubuhnya dari air ketuban juga mulai menghilang. Seluruh organ tubuh janin semakin mendekati sempurna.

Biasanya pada bulan terakhir di trimester 3, dokter kandungan meminta ibu untuk datang tiap seminggu sekali sampai saatnya melahirkan. Normalnya, pada minggu ke 35 kepala janin sudah berada di bawah, dan semakin mendekati jadwal kelahirannya, kepala janin akan menempati posisi engaged pada jalan lahir (terkunci pada jalan lahir). Karena posisi “terkunci” ini lah, kadang ibu merasakan sakit pada selangkangan dan pangkal paha jika sedang berjalan. Ibu hamil pun mungkin sudah dapat lebih lega dalam bernapas, tidak sesak seperti sebelumnya karena posisi janin sudah turun ke jalan lahir.

Walaupun jadwal kelahiran biasanya ditetapkan pada 40 minggu, namun mulai minggu ke 37 sebenarnya janin sudah sempurna dan dapat dilahirkan dengan sehat. Panjangnya mungkin sudah mencapai 50cm atau lebih dengan berat normal sekitar 2,8 hingga 3,3 kg.

Minggu ke 40 adalah masa yang sesuai dengan perhitungan tanggal kelahiran (due-date). Namun sedikit sekali ibu yang melahirkan tepat dan sesuai dengan tanggal perkiraan kelahiran. Kebanyakan melahirkan beberapa hari lebih cepat atau lebih lambat. Namun jika hingga minggu ke 42 ibu belum juga melahirkan, biasanya dokter kadungan akan menggunakan metode induksi untuk memancing kontraksi agar janin dilahirkan. Hal ini karena takut terjadi keracunan air ketuban bagi janin yang sudah melewati jadwal perkiraan lahir.

source : www.hypno-birthing.web.id

Mengenal Berbagai Letak Janin

Letak janin sering berubah-ubah di dalam rahim. Letak janin seperti apa yang memudahkan proses persalinan alami?

Selama berada di dalam rahim, janin melakukan sejumlah aktivitas sesuai perkembangan kemampuannya bulan demi bulan. Karena itu letak janin sering berubah-ubah. Tubuhnya yang kecil dan ruang di dalam rahim yang luas memungkinkan ia berakrobrat bak pemain sirkus.

Ada tiga posisi

Letak janin adalah istilah yang dipakai bagaimana sumbu tubuh janin terhadap sumbu tubuh Anda, ibunya. Letak janin dalam rahim dibagi menjadi tiga, yakni:

* Letak memanjang

Sumbu bayi sejajar dengan sumbu Anda. Posisi ini masih dibedakan lagi menjadi:

* Kepala berada di bagian bawah rongga rahim ( janin letak memanjang presentasi kepala)

Inilah letak janin yang diharapkan, karena akan memudahkan proses persalinan alami melalui jalan lahir. Karena, ketika persalinan berlangsung, kepala si kecil akan terdorong ke arah pintu jalan lahir. Bila kepalanya sudah berhasil keluar, maka seluruh bagian tubuh jadi mudah dikeluarkan.

* Kepala berada di bagian atas rongga rahim (janin letak memanjang presentasi sungsang)

Letaknya bisa bervariasi. Ada yang bokong saja di bagian bawah rahim, dan ada pula yang kaki lebih dulu.

* Letak lintang

Sumbu tubuh bayi melintang terhadap sumbu tubuh ibu, dengan kepala pada sisi yang satu dan bokong pada sisi lain.

* Letak miring/serong

Letak janin tidak memanjang dan tidak lintang.

Bila terjadi kelainan letak...

Pada dasarnya, setiap kali pemeriksaan, bidan atau dokter akan memantau keadaan janin dengan cara meraba perut Anda. Bila diduga ada kelainan letak janin, dokter akan mencari penyebabnya. Di antaranya dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG). Bisa atau tidaknya kelainan letak janin dikoreksi sangat bergantung pada penyebabnya.

Bila kondisi memungkinkan, bidan atau dokter dapat mencoba membantu memutar janin melalui dinding luar perut Anda. Tindakan ini disebut versi luar ( external cephalic version ). Jika upaya tersebut tidak berhasil juga, atau janin berputar lagi, versi luar perlu dilakukan lebih dari sekali.

Kalau letak janin mengakibatkan Anda tidak bisa melahirkan secara alami, maka dokter akan melakukan operasi caesar. Ka lau sudah tidak bisa dikoreksi lagi, barulah janin letak lintang atau miring dilahirkan melalui operasi caesar. Sementara itu, sebagian besar janin letak memanjang, khususnya yang kepalanya berada di bagian atas rongga rahim, masih bisa dilahirkan secara alami.

Itu sebabnya, setiap ibu hamil sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Dengan begitu, dokter atau bidan dapat melakukan koreksi sedini mungkin jika terjadi kelainan letak.

Konsultasi ilmiah: dr. Handaya, Sp.OG, Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, POGI Jaya, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.